SD Kanisius Kenalan berada dalam wilayah Paroki Promasan. Letaknya adalah persis di garis perbatasan antara Kulon Progo Yogyakarta dan Kecamatan Borobodur-Kabupaten Magelang. Selama 4 tahun terakhir ini, SD Kenalan telah berusaha keras untuk meningkatkan kemampuan SD ini untuk menjawab tantangan pendidikan, sekaligus tantangan situasi sosial-ekonomi di wilayah pedesaan di sekitar SD. SD Kanisius Kenalan telah menghasilkan pemuka masyarakat dan Gereja. Tantangan saat ini adalah bagaimana tetap ada murid-murid yang terus menjadi bagian dari peran pendidikan SD Kanisius Kenalan. Murid-murid SD Kanisius berasal dari keluarga petani. Para pendidik SD Kanisius Kenalan terus berusaha supaya anak-anak pedesaan Kenalan tetap menjadi bagian dari pendidikan SD Kanisius Kenalan, dan tidak menyusut baik dalam jumlah murid dan dalam peran pendidikan.
Jumat, 17 Februari 2012
Minggu, 17 Oktober 2010
Hari Pangan Sedunia


1. pembuatan iklan radio
Pangan lokal, Pangan Sehat Kini dan Masa Depan
Di jaman yang sangat pesat perkembangannya ini, manusia menghadapi beragam tawaran jenis makanan. Dalam situasi ini, pangan lokal atau pangan
ndesa, semakin dipinggirkan dan diabaikan. Meski pangan lokal berrasa lebih enak dan juga bergizi, orang cenderung memilih pangan cepat saji. Hal ini memprihatinkan; anak-anak menjadi korban panganan pabrikan. Diperlukan upaya mengenalkan dan menumbuhkan kembali cinta pangan lokal ini dalam diri anak-anak.
2. masak makanan tradisional.
Pangan lokal, pangan yang sederhana, sehat, dan bergizi untuk tubuh kita. Mudah didapat dan murah. Pangan lokal itu beraneka ragam jenisnya sesuai dengan kekhasan daerahnya. Maka, Ayolah kita lestarikan keragaman pangan lokal, pangan sehat untuk sekarang dan masa depan.
Dipersembahkan oleh komunitas Wiji Thukul, Geladi Wicara Republik Anak Kenalan, SDK Kenalan.
3. HPS Sendangsono.
Warga SDK Kenalan (warga RAK) menyemarakkan pra-misa dengan berkolaborasi dengan kelompok musik Unen Unen Alas Menoreh. barang bekas tidak lagi menjadi sampah, dimanfaatkan sebagai musik alternatif. Slogan Gunung Desa Reja diteriakkan lantang oleh anak-anak dibarengi genderang kaleng bekas, botol aqua bekas menandaskan suasana.
Dipersembahkan oleh komunitas Wiji Thukul, kelompok musik Blekhotek Republik Anak Kenalan, SDK Kenalan.
Semoga dengan kegiatan riil anak-anak semakin menghayati dan dan mencintai makanan sehat. harapan ke depan mereka menjadi aktor pembawa perubahan dan tetap cinta bumi 'paring Ndalem Gusti.
Pangan lokal, Pangan Sehat Kini dan Masa Depan
Di jaman yang sangat pesat perkembangannya ini, manusia menghadapi beragam tawaran jenis makanan. Dalam situasi ini, pangan lokal atau pangan
ndesa, semakin dipinggirkan dan diabaikan. Meski pangan lokal berrasa lebih enak dan juga bergizi, orang cenderung memilih pangan cepat saji. Hal ini memprihatinkan; anak-anak menjadi korban panganan pabrikan. Diperlukan upaya mengenalkan dan menumbuhkan kembali cinta pangan lokal ini dalam diri anak-anak.
2. masak makanan tradisional.
Pangan lokal, pangan yang sederhana, sehat, dan bergizi untuk tubuh kita. Mudah didapat dan murah. Pangan lokal itu beraneka ragam jenisnya sesuai dengan kekhasan daerahnya. Maka, Ayolah kita lestarikan keragaman pangan lokal, pangan sehat untuk sekarang dan masa depan.
Dipersembahkan oleh komunitas Wiji Thukul, Geladi Wicara Republik Anak Kenalan, SDK Kenalan.
3. HPS Sendangsono.
Warga SDK Kenalan (warga RAK) menyemarakkan pra-misa dengan berkolaborasi dengan kelompok musik Unen Unen Alas Menoreh. barang bekas tidak lagi menjadi sampah, dimanfaatkan sebagai musik alternatif. Slogan Gunung Desa Reja diteriakkan lantang oleh anak-anak dibarengi genderang kaleng bekas, botol aqua bekas menandaskan suasana.
Dipersembahkan oleh komunitas Wiji Thukul, kelompok musik Blekhotek Republik Anak Kenalan, SDK Kenalan.
Semoga dengan kegiatan riil anak-anak semakin menghayati dan dan mencintai makanan sehat. harapan ke depan mereka menjadi aktor pembawa perubahan dan tetap cinta bumi 'paring Ndalem Gusti.
Sabtu, 27 Februari 2010
Kebudayaan itu sifatnya terus-menerus, bersambung tak putus putus, merupakan garis kehidupan sesuatu bangsa yang tumbuh dan berkembang maju. Dengan perkembangan dan kemajuannya menerima pengaruh nilai-nilai baru, garis kemajuan sesuatu bangsa ditarik terus. Bukan loncatan putus-putus dari garis asalnya. Loncatan putus akan kehilangan pangkal asalnya untuk maju selanjutnya. Kemajuan sesuatu bangsa adalah lanjutan garis hidup asalnya yang ditarik terus dengan menerima nilai-nilai yang baik, baik itu dari bangsa itu sendiri maupun dari luar. (Ki Hajar Dewantoro)
Di era globalisasi saat ini belum semua sekolah menerapkan suatu kurikulum pembelajaran tentang budaya lokal. Betapa luhurnya nilai budaya yang diwariskan nenek moyang kita. Sangat disayangkan ketika nilai-nilai itu tidak ditanamkan sejak dini terlebih dalam dunia penidikan formal. Mungkin di tengah maraknya serbuan budaya asing di kehidupan kita, Anda juga sering berkomentar “wah apik kui, ana sekolahan sing isih nggatekke bab kalestaren budaya, perlu di dukung…” Apabila Bapak Ibu diberi suatu pertanyaan “ Apa yang telah Bapak Ibu perbuat untuk kelestarian budaya terlebih langkah nyata Anda dalam mewariskan nilai-nilai luhur budaya local bangsa Indonesia….?
(Komprenx)
Di era globalisasi saat ini belum semua sekolah menerapkan suatu kurikulum pembelajaran tentang budaya lokal. Betapa luhurnya nilai budaya yang diwariskan nenek moyang kita. Sangat disayangkan ketika nilai-nilai itu tidak ditanamkan sejak dini terlebih dalam dunia penidikan formal. Mungkin di tengah maraknya serbuan budaya asing di kehidupan kita, Anda juga sering berkomentar “wah apik kui, ana sekolahan sing isih nggatekke bab kalestaren budaya, perlu di dukung…” Apabila Bapak Ibu diberi suatu pertanyaan “ Apa yang telah Bapak Ibu perbuat untuk kelestarian budaya terlebih langkah nyata Anda dalam mewariskan nilai-nilai luhur budaya local bangsa Indonesia….?
(Komprenx)
Minggu, 27 Desember 2009
Pilpres Republik Anak Kenalan
(oleh simus maryono, moderator RAK)
Tradisi hidup demokratis dalam sebuah masyarakat harus dicipta sejak masa kanak-kanak. Hal ini bisa diwujudkan melalui pemilihan pemimpin komunitasnya. Republik Anak Kenalan (RAK) sebagai sebuah komunitas anak selalu mencipta ruang pembelajaran hidup berdemokrasi itu. Mengalami menjadi aktivitas belajar yang efektif.
“Wah saya dheg-dhegan ketika masuk dalam bilik untuk nyontreng calon presiden”, demikian diungkap Angel anak kelas I warga RAK sesaat setelah acara pemilihan Presiden RAK secara langsung untuk periode semester genap tahun 2009/2010 di SD Kanisius Kenalan, Borobudur Magelang, Senin (21/12).
Pemilihan presiden RAK yang ke-5 kali ini diselenggarakan lebih meriah, berbeda dengan pemilihan presiden sebelumnya. “Pemilihan presiden dan pengawas RAK sekarang ini lebih maju dari pemilihan yang dulu. Sekarang kita menggunakan kotak suara, bilik suara, bahkan pakai undangan juga”, demikian penjelasan Catur salah satu panitia pemilu.
“Kami, panitia menyiapkan perlengkapan seperti kotak suara, membuat bilik suara, tinta, undangan, pengumuman”, tambah Aan yang kebagian menjadi seksi perlengkapan dalam kepanitiaan.
Pemilihan Presiden RAK ini memang sudah dipersiapkan. Selain perlengkapan, juga diadakan rangkaian kegiatan pelaksanaan Pemilu. Diawali dengan rapat kabinet untuk membentuk panitia pemilu. Dilanjutkan pendaftaran calon presiden dan pengawas.
Ada kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin di RAK. Presiden harus mempunyai sifat, sikap dan perilaku yang cerdas, tegas, dan waras, serta tangkas. Keempat syarat ini muncul saat anak-anak sebagai warga merindukan pemimpin yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab dalam memimpin Republik.
Para kandidat mendaftarkan diri kepada panitia pemilu melalui partai. Ada tiga partai yang muncul dalam Pemilu kali ini. Pertama partai Thiwul, terbentuk dari kelompok pengembangan diri bidang Estetika. Kedua, partai Cikal, dari kelompok pengembangan diri bidang pertanian. Dan, ketiga dari kelompok pengembangan diri Lintang Menoreh (bidang jurnalistik) membentuk partai Lintang.
Kemudian, masing-masing partai berdiskusi dan menyusun program yang akan diperjuangkan dan diwujudkan dalam RAK. Program yang diusung disosialisasikan oleh calon presiden dalam kampanye. Tiba saatnya kampanye, setiap partai disediakan kesempatan untuk menunjukkan kreativitasnya dalam menarik simpati warga RAK, yang merupakan semua warga sekolah.
Catur sebagai calon Presiden partai Cikal, sebelum pencontrengan dimulai menyampaikan visinya, “Jika terpilih menjadi Presiden, saya akan memperjuangkan, bersama cabinet saya, yaitu pertama memajukan nama RAK, dan kedua mengembankan kegiatan pertanian di SD Kanisius Kenalan”. Demikian juga partai yang lain juga menyampaikan cita-citanya dalam memimpin RAK seperti misalnya, mengajak teman-teman (warga RAK) menjadi lebih kreatif, hingga keinginan untuk mengembangkan kesenian jawa.
“Melalui RAK ini, anak-anak belajar untuk mengeksplorasi gagasan, merencanakan kegiatan, mewujudkan impian, dan memecahkan persoalan”, kata Bp Ifnu menyampaikan pendapatnya selaku pendamping RAK di SD Kanisius Kenalan. Dalam negeri kecil ini, Anak-anak sebagai warganya disediakan ruang untuk hidup sesuai dengan hak dan kewajibannya. Demokrasi menjadi roh dan juga tujuan sebuah komunitas. Ketika anggota komunitas dapat mewujudkan hak dan kewajibannya secara seimbang, komunitas itu akan menjadi kuat dalam memperjuangkan dan menciptakan kepentingan bersama.
RAK sebagai komunitas anak terbentuk pada bulan Agustus 2007 atas dasar keprihatinan bahwa anak sebagai warga sekolah kurang mendapatkan perhatian hak-haknya dari pengambil kebijakan sekolah. Anak lebih sebagai objek. Sebagai jawaban atas keprihatinan ini, pada awalnya dibentuk forum anak yang dapat menampung hingga menyelesaikan permasalahan yang dialami anak. Selanjutnya, cita-cita anak yang muncul dalam forum itu diwujudnyatakan melalui organisasi anak yang kemudian disebut Republik Anak Kenalan.
Putri dan Nico dari partai Thiwul sebagai pasangan terpilih dalam pemilu RAK kali ini akan diuji ke-cerdas-tegas-waras-tangkas-annya dalam memimpin memajukan RAK yang demokratis dan damai selama satu semester yang akan datang.
Tradisi hidup demokratis dalam sebuah masyarakat harus dicipta sejak masa kanak-kanak. Hal ini bisa diwujudkan melalui pemilihan pemimpin komunitasnya. Republik Anak Kenalan (RAK) sebagai sebuah komunitas anak selalu mencipta ruang pembelajaran hidup berdemokrasi itu. Mengalami menjadi aktivitas belajar yang efektif.
“Wah saya dheg-dhegan ketika masuk dalam bilik untuk nyontreng calon presiden”, demikian diungkap Angel anak kelas I warga RAK sesaat setelah acara pemilihan Presiden RAK secara langsung untuk periode semester genap tahun 2009/2010 di SD Kanisius Kenalan, Borobudur Magelang, Senin (21/12).
Pemilihan presiden RAK yang ke-5 kali ini diselenggarakan lebih meriah, berbeda dengan pemilihan presiden sebelumnya. “Pemilihan presiden dan pengawas RAK sekarang ini lebih maju dari pemilihan yang dulu. Sekarang kita menggunakan kotak suara, bilik suara, bahkan pakai undangan juga”, demikian penjelasan Catur salah satu panitia pemilu.
“Kami, panitia menyiapkan perlengkapan seperti kotak suara, membuat bilik suara, tinta, undangan, pengumuman”, tambah Aan yang kebagian menjadi seksi perlengkapan dalam kepanitiaan.
Pemilihan Presiden RAK ini memang sudah dipersiapkan. Selain perlengkapan, juga diadakan rangkaian kegiatan pelaksanaan Pemilu. Diawali dengan rapat kabinet untuk membentuk panitia pemilu. Dilanjutkan pendaftaran calon presiden dan pengawas.
Ada kriteria yang harus dipenuhi untuk menjadi pemimpin di RAK. Presiden harus mempunyai sifat, sikap dan perilaku yang cerdas, tegas, dan waras, serta tangkas. Keempat syarat ini muncul saat anak-anak sebagai warga merindukan pemimpin yang bisa dipercaya dan bertanggung jawab dalam memimpin Republik.
Para kandidat mendaftarkan diri kepada panitia pemilu melalui partai. Ada tiga partai yang muncul dalam Pemilu kali ini. Pertama partai Thiwul, terbentuk dari kelompok pengembangan diri bidang Estetika. Kedua, partai Cikal, dari kelompok pengembangan diri bidang pertanian. Dan, ketiga dari kelompok pengembangan diri Lintang Menoreh (bidang jurnalistik) membentuk partai Lintang.
Kemudian, masing-masing partai berdiskusi dan menyusun program yang akan diperjuangkan dan diwujudkan dalam RAK. Program yang diusung disosialisasikan oleh calon presiden dalam kampanye. Tiba saatnya kampanye, setiap partai disediakan kesempatan untuk menunjukkan kreativitasnya dalam menarik simpati warga RAK, yang merupakan semua warga sekolah.
Catur sebagai calon Presiden partai Cikal, sebelum pencontrengan dimulai menyampaikan visinya, “Jika terpilih menjadi Presiden, saya akan memperjuangkan, bersama cabinet saya, yaitu pertama memajukan nama RAK, dan kedua mengembankan kegiatan pertanian di SD Kanisius Kenalan”. Demikian juga partai yang lain juga menyampaikan cita-citanya dalam memimpin RAK seperti misalnya, mengajak teman-teman (warga RAK) menjadi lebih kreatif, hingga keinginan untuk mengembangkan kesenian jawa.
“Melalui RAK ini, anak-anak belajar untuk mengeksplorasi gagasan, merencanakan kegiatan, mewujudkan impian, dan memecahkan persoalan”, kata Bp Ifnu menyampaikan pendapatnya selaku pendamping RAK di SD Kanisius Kenalan. Dalam negeri kecil ini, Anak-anak sebagai warganya disediakan ruang untuk hidup sesuai dengan hak dan kewajibannya. Demokrasi menjadi roh dan juga tujuan sebuah komunitas. Ketika anggota komunitas dapat mewujudkan hak dan kewajibannya secara seimbang, komunitas itu akan menjadi kuat dalam memperjuangkan dan menciptakan kepentingan bersama.
RAK sebagai komunitas anak terbentuk pada bulan Agustus 2007 atas dasar keprihatinan bahwa anak sebagai warga sekolah kurang mendapatkan perhatian hak-haknya dari pengambil kebijakan sekolah. Anak lebih sebagai objek. Sebagai jawaban atas keprihatinan ini, pada awalnya dibentuk forum anak yang dapat menampung hingga menyelesaikan permasalahan yang dialami anak. Selanjutnya, cita-cita anak yang muncul dalam forum itu diwujudnyatakan melalui organisasi anak yang kemudian disebut Republik Anak Kenalan.
Putri dan Nico dari partai Thiwul sebagai pasangan terpilih dalam pemilu RAK kali ini akan diuji ke-cerdas-tegas-waras-tangkas-annya dalam memimpin memajukan RAK yang demokratis dan damai selama satu semester yang akan datang.
Senin, 09 November 2009
Republik Anak Kenalan
Profil
Republik Anak Kenalan
Republik Anak Kenalan
Sejarah
Republik Anak Kenalan bermula dari forum anak SDK Kenalan yang diselenggarakan pada tanggal 17 Agustus 2007 dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Indonesia. Dalam forum ini, secara bersama-sama, anak-anak memetakan keadaan dan persoalan yang tengah dialaminya di sekolah, sekaligus upaya penyelesaian yang dapat dilakukan bersama. Juga, mengungkap harapan anak-anak terhadap sekolah sebagai tempat untuk belajar dan mengembangkan diri.
Forum anak ini berlanjut pada Forum Anak kedua yang diselenggarakan untuk membahas perkembangan kehidupan di sekolah, termasuk hasil kesepakatan pada Forum Anak sebelumnya. Pada forum ini, muncul kebutuhan perangkat organisasi/pengurus forum anak. Maka, mulai dipilih kandidat presiden dan para menterinya. Proses pemilihan presiden dan menteri masih menjadi PR bersama karena pada Forum Anak ketiga ada persoalan yang lebih mendesak diselesaikan oleh dan bagi anak.
Makna
Republik Anak Kenalan adalah sebuah dunia anak yang merindukan, memperjuangkan, dan mewujudkan jiwa yang merdeka.
Nilai–nilai
Republik Anak Kenalan menghidupi dan memperjuangkan nilai cinta kasih, kebersamaan, kesetaraan, kedisiplinan, ketekunan, kemerdekaan, totalitas, kebenaran,
Tujuan
- Membangun komunitas anak sebagai subjek yang mampu tumbuh dan berkembang secara merdeka dan bertanggung jawab
- Melaksanakan aktivitas pengembangan diri yang memberikan ruang eksplorasi, ekspresi, dan refleksi bagi anak
- Mengembangkan pribadi anak yang berkarakter berdasar budaya dan potensi dirinya.
Program Kegiatan - Kegiatan yang sudah, sedang, dan akan dilakukan:
- Rapat/forum anak
- Pengembangan diri (Geladi Wicara, Estetika, Jurnalistik, Apresiasi Sastra, Pertanian, Seni Tradisional, Perpustakaan, Kelompok Ilmiah Dasar, Legio Mariae, Pramuka, Olahraga)
- Bina Mental Anak
- Bina spiritual anak
- Pentas Kreativitas
- Hari Bersih
- Sosialita
Langganan:
Postingan (Atom)